Home | Jurnal Balikpapan | Dialog awal tahun ikatan wartawan Balikpapan

Dialog awal tahun ikatan wartawan Balikpapan

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Dialog awal tahun ikatan wartawan Balikpapan Dialog awal tahun ikatan wartawan Balikpapan

You Must be a Member to Learning

Kebebasan pers di era globalisasi saat ini diakui bukan hanya milik para jurnalis atau wartawan / tetapi juga milik rakyat. Untuk itu, paradigma atau kerangka berpikir dalam kemerdekaan atau kebebasan pers, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik atau rakyat. Demikian diungkapkan Anggota Dewan Pers Nasional – Wina Sukardi, pada acara Dialog Awal Tahun “Menggugat Kesalahan Pers dan Media Melalui Hak Jawab”, di Hotel Pasific Kamis (12/01). Wina menjelaskan, agar kebebasan pers dapat terjaga dengan optimal, maka diperlukan kerjasama yang sinergis antara para wartawan, penegak hukum, institusi pemerintah dan masyarakat sendiri, karena  secara umum kemerdekaan pers ini hanya bisa dirusak atau diganggu oleh preman dan para politisi busuk. Sementara itu, Praktisi Hukum Universitas Balikpapan – M Muhdar mengungkapkan, rata-rata yang menjadi objek pemberitaan saat ini adalah institusi negara. Sementara menurutnya, institusi-institusi negara itu masih memakai pasal pencemaran, untuk melindungi otoritasnya. Meski harus diakui, pasal pencemaran nama baik ini, di beberapa negara telah dihilangkan. (Habibie)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in